[TANYA-JAWAB HINDU] Kenapa Hindu Menyembah Banyak Dewa?





Banyak orang, termasuk dari kalangan Hindu sendiri, sering bertanya apakah Hindu adalah agama politeistik (menyembah banyak dewa). Namun, untuk memahami konsep ini dengan benar, kita harus melihat dari ajaran Hindu itu sendiri.


1. Tuhan dalam Hindu adalah Satu

Dalam ajaran Hindu, Tuhan Yang Maha Esa disebut dengan banyak nama dan diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan sifat-Nya. Konsep ini disebut Ekam Sat Vipra Bahudha Vadanti, yang berarti:

"Ekam sat vipra bahudha vadanti"
(Satu kebenaran, tetapi orang bijak menyebutnya dengan banyak nama) – Ṛgveda 1.164.46.

Jadi, meskipun ada banyak dewa dalam Hindu, mereka semua adalah manifestasi dari satu Tuhan yang sama, yang disebut Brahman (Tuhan yang tidak berwujud, tak terbatas, dan Maha Ada).

2. Para Dewa Adalah Manifestasi dari Tuhan

Dalam Hindu, Tuhan Yang Maha Esa menampakkan diri dalam berbagai bentuk untuk menjalankan fungsi tertentu di alam semesta. Ini mirip dengan seseorang yang memiliki banyak peran dalam hidupnya (misalnya, sebagai ayah, guru, dan sahabat, tetapi tetap orang yang sama).

Beberapa manifestasi utama Tuhan dalam Hindu adalah:
Brahma – Sang Pencipta
Vishnu – Sang Pemelihara
Shiva – Sang Pelebur
Dewi Saraswati – Dewa ilmu pengetahuan
Dewi Lakshmi – Dewa kemakmuran
Ganesha – Dewa kebijaksanaan dan penghalau rintangan

Semua dewa dan dewi ini bukan Tuhan yang berbeda-beda, tetapi manifestasi dari satu Tuhan yang sama dalam berbagai bentuk untuk membantu umat manusia memahami sifat-sifat-Nya.

3. Konsep Trimurti dan Trimurti dalam Tradisi Bali

Di Bali, ajaran Hindu sering menggunakan konsep Trimurti, yaitu tiga aspek utama Tuhan dalam bentuk:

  • Brahma (Pencipta) – diwakili oleh Pura Puseh
  • Vishnu (Pemelihara) – diwakili oleh Pura Desa
  • Shiva (Pelebur) – diwakili oleh Pura Dalem

Selain itu, dalam lontar-lontar Bali, konsep Dewa Nawa Sanga menggambarkan sembilan manifestasi Tuhan yang menjaga keseimbangan alam semesta.

🔹 Kutipan dari Lontar Wrhaspati Tattwa:
"Hana ta sira Hyang Tunggal, sira tan kena kinaya ngapa, sira tan hana, sira ta hananing anjaga sarwa bhuwana."
(Ada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi Ia tak bisa digambarkan, tak berwujud, namun menghidupi seluruh alam semesta).

4. Menghormati, Bukan Menyembah Banyak Tuhan

Umat Hindu tidak menyembah banyak Tuhan yang terpisah-pisah, tetapi menghormati berbagai manifestasi Tuhan sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya:

  • Seseorang yang ingin ilmu pengetahuan memuja Dewi Saraswati.
  • Seseorang yang ingin rezeki dan kemakmuran memuja Dewi Lakshmi.
  • Seseorang yang ingin mendapatkan keberanian dan perlindungan memuja Dewa Murugan (Kartikeya).

Namun, mereka tetap memahami bahwa semua dewa ini adalah perwujudan dari Tuhan yang sama.

Kesimpulan

Jadi, Hindu bukanlah agama yang menyembah banyak Tuhan (politeisme), melainkan mengajarkan bahwa Tuhan adalah satu (Ekam Sat), tetapi memiliki banyak manifestasi untuk membantu manusia memahami sifat-Nya.


_____
Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Mesegeh dan Mantra Mesegeh

Siwa Siddhanta